Bocah Itu Menemui Peri Pagi

Maut gemerlap ruang waktu yang tertidur, terlahir dalam pagi yang semu. mereka berlari menelusuri kisah yang terus berlalu dalam angan malam yang semakin terbenam oleh waktu. Kapan pun mereka hilang, awan itu akan tetap meraih mimpi hingga ke surga.

Memang banyak yang tidak mengerti tentang kemana bocah itu akan berlari. tapi teriakan embun-embun yang belalu semakin memburamkan laju kata yang terus larut.

Aku pernah bertanya kemana bocah itu akan pergi ? Bocah itu menjawab, “Aki ingin menemui peri pagi”. Kemudian dia terus berlari meninggalkanku dan tak peduli dengan jalan yang ia tempuh.

Awan mulai berpikir untuk membeku, tak ingin lagi larut oleh angin. Ingin membatu di atas waktu. Bocah itu masih berpikir ia mampu menyatukan cermin itu kembali, menjadikan ruang kisah bertiang nyata. Kisah itu tak ‘kan pernah hilang, hanya sementara terbenam dalam kabut. Kata itu terus terucap, sebagai energi meraih mimpi.

 

Travel TOP Tidak Top

TOP Tidak Top!

Naik Travel TOP ke Sarolangun bersama keluarga. Lalu sampai di Muaro Bungo ada instruksi dari manajemen TOP, sopir yang membawa Kijang Innova ini harus putar arah ke Pekanbaru. Sedangkan penumpang akan didrop dengan sopir lain.

Lanjutkan membaca ‘Travel TOP Tidak Top’

Senja Tak Mengerti

the master pieceTentang sebuah makna berbuah nyawa bersekat roda-roda hari
Terbungkus melambai menyelam fajar
Masih terbalut embun-embun berduri, itulah mereka
Beraroma taburan melati senja hari
Menyeret awan dalam hujan kebingungan
Senja itu tak mengerti untuk apa aku terpejam

Padang, 4 September 2008

Tim LPM Suara Kampus

karikatur-kapal-jadi

Sekilas Menyimak Negeri Sepucuk Adat Serumpun Pseko

SarolangunKabupaten Sarolangun adalah salah satu kabupaten di Provisi Jambi. Luas wilayahnya 5.166 km² dengan populasi 176.771 jiwa. Ibu kotanya ialah Sarolangun. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo,  Muaro Jambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sebelumnya, kabupaten ini bersama-sama dengan Kabupaten Merangin membentuk Kabupaten Sarolangun Bangko

Secara geografis, Kabupaten Sarolangun terletak antara 01°53′39” sampai 02°46′02” Lintang Selatan dan antara 102°03´39” sampai 103°13´17” Bujur Timur dan merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 10 sampai dengan 1000 meter dari permukaan laut (dpl), dengan pembagian wilayah dan batas sebagai berikut: – Sebelah Utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Batang Hari – Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Rejang Lebong  Provinsi Bengkulu – Sebelah Barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Merangin- Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Batang Hari dan Kabupaten Musi rawas  Provinsi Sumatera Selatan. Lanjutkan membaca ‘Sekilas Menyimak Negeri Sepucuk Adat Serumpun Pseko’

Masih Menyimpan Lagu

Ada hujan dalam layangnya
Dari jauh awan terbantang
Mereka tak kan pernah mengerti
Kerena itu halimun

Genggam serpihan itu bersama pelangi kita
Nafas-nafasku terbagi bersamanya

Lanjutkan membaca ‘Masih Menyimpan Lagu’

Di Balik Mata

Sementara rasa itu tersimpan dalam bayu
Mereka masih bernyanyi ria bersama ombak pagi
Ada setetes cahaya lelap dalam langkahnya
Tak kan lagi hilang membius embun

Semakin jauh waktu berpijar
Asamu untuknya masihkah dalam kabut
Mereka tersenyum disetiap lentik jemarimu

Siapa saja mereka bersembunyi selama ini
Selimut ketika disudut langit menghijau
Permata telah lama terbang bersama awan
Mengisi tiap-tiap selaksa senyum nya untukku

Lanjutkan membaca ‘Di Balik Mata’

Kenapa Masih Ada Untuku ?

Ada mereka tenggelam menjadi abu
Tersudut kabut mengingatmu di tepi pelangi
Tak ada yang mengerti tentang embun bernyanyi
Secerah pagi mereka tersipu

Makna itu terbit bersama kilau permata
Hadir bersama butiran-butiran alur yang baru
Kini burung-burung kecil masih bernyanyi
Tak tahu kapan mereka kan berhenti

Lanjutkan membaca ‘Kenapa Masih Ada Untuku ?’

Senja Tak Berbakat

Ada embun menunggu di sudut pagi
rona wajahmu membias biru
hilang bersama pecah kaca itu

Ada yang selalu merindukan pagi
saat bertemu di sisi malam
tumbuhan senja ingin bertemu dengan mu lagi
ingin bernyanyi berbisik sepi

Lanjutkan membaca ‘Senja Tak Berbakat’

Mengisah Waktu

Senja-senja yang bergulung itu tersenyum
semakin hari teratai berbatas sekat
dingin terus dingin dalam aliran nafasnya

Hari menjadi hilang terhempas malam
masih satu persatu lembutnya membekas

Tiap detiknya tak terhapus jejak
terkikis hujan ada untukmu
masih itu saja tak usah bernyanyi

Lanjutkan membaca ‘Mengisah Waktu’

Halaman Berikutnya »


Merambah Hari

Februari 2010
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Kategori

Pesan

Jangan lupa tinggalkan komentar anda, sebelum anda keluar blog ini. Thank's

Dear God

pesan

Tinggalkan komentar anda sebelum keluar dari blog ini.